Banyak yang bertanya, "Apa saja yang harus saya lakukan agar tidak melewatkan keberkahan ini?" Berikut adalah urutan prioritas amalan yang disarikan dari Al-Qur'an dan As-Sunnah:
1. Berpuasa (Khususnya Tanggal 1–9 Dzulhijjah)
Meskipun ada perbedaan riwayat mengenai jumlah harinya, puasa adalah amalan yang sangat dicintai Allah di waktu ini.
Puasa Sunnah Awal Dzulhijjah: Tanggal 1 sampai 8.
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Inilah puncaknya. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa ini menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (Total ampunan dosa 709 hari). Ini adalah amalan "wajib" bagi mereka yang ingin membersihkan catatan amal.
2. Memperbanyak Dzikir (Takbir, Tahmid, dan Tahlil)
Inilah yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai Ayyamum Ma’lumat (Hari-hari yang ditentukan).
Takbir Mutlak: Dilakukan kapan saja dan di mana saja sejak tanggal 1 Dzulhijjah.
Takbir Muqayyad: Dilakukan setiap selesai shalat fardhu, dimulai dari Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Ashar di hari Tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah).
Catatan Bang Afdoli: Dimulainya takbir di waktu Subuh adalah bukti kuat bahwa hari dalam Islam dimulai saat Fajar menyingsing.
3. Sedekah Tanpa Putus
Jika amalan shalih di 10 hari ini lebih dicintai Allah daripada Jihad, maka sedekah di waktu ini adalah investasi terbaik. Usahakan untuk sedekah setiap hari, meskipun dalam jumlah kecil, agar kita tercatat sebagai orang yang dermawan di hari-hari mulia.
4. Menghidupkan Malam (Qiyamul Lail)
Jangan biarkan malam-malam yang Allah gunakan untuk bersumpah ini lewat begitu saja. Teladani Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan shalat malam. Jika Anda kelelahan karena tugas atau pekerjaan, jangan biarkan malam itu kosong. Tetaplah shalat meskipun hanya dua rakaat, atau ganti (qadha) di waktu Dhuha esok harinya agar disiplin ibadah tetap terjaga.
5. Bertaubat dan Meninggalkan Maksiat
Karena pahala dilipatgandakan, para ulama juga memperingatkan bahwa dosa yang dilakukan di waktu mulia ini memiliki konsekuensi yang lebih berat. Inilah saatnya melakukan reset spiritual, kembali kepada Allah, dan memohon ampunan dengan tulus.
6. Ibadah Qurban: Puncak Ketahanan Kemanusiaan
Bagi yang mampu secara finansial, menyembelih hewan qurban adalah syiar terbesar.
Bagi Shahibul Qurban: Ingat larangan memotong rambut dan kuku sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan disembelih.
Bagi yang Belum Mampu: Tetap jaga kesucian diri dengan merapikan rambut dan kuku di hari raya sebagai bentuk kesempurnaan kurban di sisi Allah sesuai hadits Musnad Ahmad 6287.
Posting Komentar
Posting Komentar